// // Leave a Comment

Cara save PDF agar ukuran file tidak besar | Tips | Illustrator


Kaum milenial saat ini sudah menggunakan Adobe Illustrator untuk pekerjaan desain grafisnya. Tapi masih ada juga yang menggunakan software lain seperti Coreldraw atau software grafis lainnya untuk kebutuhan desain nya. Tetapi saya tidak akan membahas software lain tersebut melainkan hanya untuk Adobe Illustrator.
Disini saya ingin memberikan Tips sederhana kepada pembaca ICTrends yang mana pengguna Adobe Illustrator masih banyak yang belum tahu tentang Bagaimana menyimpan file PDF agar ukuran file PDF tersebut tidak besar. 

Secara default saat kita menyimpan file .Ai menjadi .PDF, file PDF hanya akan mengkonversi file tersebut dan tidak dilakukan proses kompresi, sehingga file yang kita simpan akan sama persis seperti file .Ai yang kita kerjakan. 
Sebenarnya ada banyak cara untuk melakukan kompresi, yaitu dengan cara me-Raster semua pekerjaan kita, akan tetapi cara tersebut tidak dianjurkan karena vector yang kita kerjakan akan berubah menjadi Raster (gambar) dan tidak bisa di edit lagi (desctuctive). 

Cara yang ampuh adalah dengan cara save file PDF seperti biasa. dan ganti Setting nya saat melakukan save ke .PDF.
Berikut saya sertakan caranya. 

1. Buka file .Ai yang akan di ubah menjadi PDF
2. Pilih menu FILE > SAVE AS
3. Pilih Adobe PDF lalu tekan SAVE
4. Akan muncul tampilan Setting, sampai disini jangan di tekan dahulu tombol Save PDF.
Ganti preset Default ke High Quality Print.

5. Lalu hilangkan centang pada Preserve Illustrator Editing Capabilities. 

Note: Tenang langkah ini tidak akan merusak kerja kalian jika kalian ingin mengedit kembali hanya menggunakan file PDFnya. Artikel selanjutnya akan saya berikan tips untuk mengedit file PDF yg sudah ada. (soon....

6. Setelah tekan Save PDF, abaikan peringatan yg muncul lalu tekan oke/save maka file PDF anda sudah selesai dengan ukuran yang kecil.

Before
After
Terima kasih sudah membaca artikel ini, dukung terus ICTrends agar terus memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kita. 👨

Read More
// // 1 comment

Cara Membuka atau Mengembalikan File TMP di Excel

TMP 1

Hai sahabat ICTrends!!
Kalian pernah gak sih, ketika sudah selesai ngerjain tugas atau project di Excel dan ingin save as tapi ketika sudah pilih save as, file Excel kalian tiba-tiba keluar dengan sendirinya dan file Excel kalian tidak ke save? Dan didalam folder tempat save tugas atau project kalian hanya atau terdapat file dengan format .tmp..
Jika pernah, tenang file kalian tidak benar-benar hilang selama ada file dengan format .tmp, karena file kalian masih aman dalam format file .tmp. Terus bagaimana caranya untuk membuka atau mengembalikan file yang tadinya hilang? Baik disini aku ingin memberikan tips tersebut, sebelumnya mari kita cari tau dulu tentang format file .tmp.

Apa itu format file .tmp?

Temporary File (.tmp) juga bisa disebut file sementara atau file foo. Temporary File (.tmp) adalah file yang dibuat untuk sementara yang berisi informasi file baru yang sedang dibuat. Temporary File (.tmp) dibuat oleh program komputer untuk berbagai tujuan. Terutama ketika sebuah program tidak dapat mengalokasikan memori yang cukup untuk tugas-tugasnya, ketika program ini bekerja pada data yang lebih besar dari memori yang tersedia. Beberapa program yang membutuhkan data besar akan membuat Temporary File (.tmp), kemudian dibiarkan dan tidak dihapus. Jika dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan harddisk penuh.
Temporary File juga dibuat untuk tujuan backup program. Ambil contoh aplikasi Microsoft Office akan membuat Temporary File pada saat kita membuka sebuah file office seperti Mircosoft Excel misalnya. Temporary File dibuat setiap beberapa menit agar jika suatu ketika program mengalami crash, data yang kita buka tadi tetap utuh karena Temporary File tidak terhapus. Dengan begitu kita masih bisa mengembalikan data atau file yang tadi dibuat.

Cara untuk membuka atau mengembalikan file yang hilang:

1. Buka Microsoft Excel baru, kemudian tarik file format .tmp ke Lembar kerja Excel
TMP 2

2. Jika sudah, maka akan muncul pop up seperti dibawah ini. Pilih Yes dan file yang terakhir dibuat akan muncul
TMP 3

3. File yang terakhir dibuat akan muncul seperti semula dengan nama sesuai dengan nama file ketika .tmp
TMP 4

4. Sebelum melakukan save as kita harus klik Enable Editing. Karena jika kita tidak melakukannya maka kita tidak akan bisa save as file tersebut. Jika sudah klik Enable Editing maka Anda sudah bisa melakukan save as dan beri nama sesuai yang Anda inginkan
TMP 5

Demikian sedikit tips yang bisa aku bagikan untuk sahabat blog dan terima kasih sudah mampir membaca artikelnya, semoga bermanfaat yaa..
Sampai jumpa diartikel selanjutnya, salam cerdas!!

Read More
// // 2 comments

Cara Membuat Banner Ads di Blog

Membuat Banner Ads di blogger
Hai sahabat ICTrends. Kalian ingin membuat iklan adsense kalian melayang?
Kali ini saya akan membagikan cara untuk membuat Iklan Floating Banner pada Blogger.
1. Buka Blogger.com kalian, lalu pilih Themes > Edit HTML
2. Agar lebih mudah, pastikan text kursor kalian berada disebelum kode </body>
3. Copy lalu paste syntax code banner yang ada dibawah ini.

Berikut code banner ads.
<!--BANNER ADS-->
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function() {$(&#39;img#closed&#39;).click(function(){$(&#39;#bl_banner&#39;).hide(90);});});
</script>
<div id='fixedban' style='width:100%;margin:auto;text-align:center;float:none;overflow:hidden;display:scroll;position:fixed;bottom:0;z-index:999;-webkit-transform:translateZ(0);'>
<div><a id='close-fixedban' onclick='document.getElementById(&apos;fixedban&apos;).style.display = &apos;none&apos;;' style='cursor:pointer;'><img alt='close' src='http://1.bp.blogspot.com/-_A83iDM6JYc/VhtxROLILrI/AAAAAAAADK4/aM4ikIA6aqI/s1600/btn_close.gif' style='vertical-align:middle;' title='close button'/></a></div>
<div style='text-align:center;display:block;max-width:728px;height:auto;overflow:hidden;margin:auto'>
PASTE DISINI KODE IKLAN ADSENSE KALIAN YANG SUDAH DI PARSE
</div>
</div>
  <!--BANNER ADS-->
Untuk Memparse Kode Iklan kalian bisa Klik link berikut PARSE HTML
Jika sudah Copy kode iklan yang sudah di parse lalu Replace tulisan "PASTE DISINI KODE IKLAN ADSENSE KALIAN YANG SUDAH DI PARSE" tersebut.
Sehingga akan seperti ini:
<!--BANNER ADS-->
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function() {$(&#39;img#closed&#39;).click(function(){$(&#39;#bl_banner&#39;).hide(90);});});
</script>
<div id='fixedban' style='width:100%;margin:auto;text-align:center;float:none;overflow:hidden;display:scroll;position:fixed;bottom:0;z-index:999;-webkit-transform:translateZ(0);'>
<div><a id='close-fixedban' onclick='document.getElementById(&apos;fixedban&apos;).style.display = &apos;none&apos;;' style='cursor:pointer;'><img alt='close' src='http://1.bp.blogspot.com/-_A83iDM6JYc/VhtxROLILrI/AAAAAAAADK4/aM4ikIA6aqI/s1600/btn_close.gif' style='vertical-align:middle;' title='close button'/></a></div>
<div style='text-align:center;display:block;max-width:728px;height:auto;overflow:hidden;margin:auto'>
&lt;script async src=&quot;//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- banner ads --&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-1234567890&quot;
     data-ad-slot=&quot;123456789&quot;
     data-ad-format=&quot;auto&quot;
     data-full-width-responsive=&quot;true&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
</div>
</div>
  <!--BANNER ADS-->

4. Klik Save Theme.
5. Iklan banner akan muncul dibagian bawah halaman seperti pada situs blog ini. Banner bersifat responsive jika dibuka melalui smartphone. Contoh iklan banner pada smartphone:
iklan banner pada smartphone

6. Jika kalian ingin mengganti ukuran banner, ubah pada code dibagian max-width:728px.
Semoga blog ini bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar dibawah.
Read More
// // 1 comment

Perbedaan Asam Lambung dan Maag, mengenal lebih jauh tentang asam lambung

Lambung
Apakah kamu tahu Asam lambung berbeda dengan maag? Akan tetapi masih banyak orang yang bingung membedakannya karena memiliki efek yang sama, yaitu jaringan perut terasa nyeri. Jadi disini saya ingin menjelaskan apa sih perbedaan antara asam lambung dan maag?

Perbedaan asam lambung dan maag:

ASAM LAMBUNG

Seseorang bisa terserang asam lambung tinggi kapan saja dan di mana saja, penyebab asam lambung seseorang menjadi tinggi biasanya karena mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Seperti yang kita ketahui, lambung juga merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting yang berfungsi dalam mengolah makanan yang kemudian akan mengurai sari makanan dan menyebarkan saripati makanan pada seluruh organ tubuh.

Namun apa jadinya jika lambung mengalami masalah seperti asam lambung tinggi?

Tentu saja lambung tidak dapat bekerja secara maksimal dan akan menyebabkan sakit yang hebat pada lambung. Asam lambung terjadi karena adanya dorongan isi lambung yang mengalir ke saluran kerongkongan sehingga menyebabkan rasa panas layaknya terbakar serta mengiritasi area tenggorokan. Asam lambung masih dapat dipulihkan dan tak bisa kambuh selama si penderita berkeinginan mengubah kebiasaan serta gaya hidup yang tak sehat supaya asam lambung tidak meningkat. Maka dari itu harus segera ditangani secara tepat agar tidak terjadi secara berulang dan menjadi penyakit yang lebih berbahaya.

Berikut beberapa gejala, penyebab dan makanan yang harus dihindari:
Gejala asam lambung tinggi:

  • Nyeri pada dada 
  • Nafas pendek 
  • Wajah pucat 
  • Keluar keringat dingin 
  • Mual, sendawa, muntah 
  • Detak jantung cepat dan tidak beraturan 
  • Demam dengan rasa sakit di ulu hati. 
  • Rasa tidak enak perut bagian atas (Terutama sesudah makan), rasa nyeri yang dialami digambarkan seperti ditusuk-tusuk atau digores benda tajam. 
Penyebab asam lambung tinggi:
  • Membiasakan makan makanan pedas 
  • Sering membiarkan perut dalam keadaan kosong terlalu lama 
  • Makan terburu-buru 
  • Makan tidak teratur 
  • Makan terlalu banyak 
  • Makan makanan yang sulit dicerna 
Makanan dan minuman yang harus dihindari penderita asam lambung tinggi:
  • Makanan pedas yang mengandung cabai dan merica 
  • Makanan dengan tekstur keras seperti daging merah, nasi/pasta 
  • Buah/makanan dengan kadar asam yang tinggi seperti cuka, manisan/asinan, buah nanas, mangga muda, dll 
  • Makanan yang mengandung banyak penyedap rasa 
  • Makanan dengan kandungan gas yang tinggi seperti kembang kol, kubis brussel, kol dan brokoli 
  • Makanan dengan kandungan alkohol seperti tape/minuman beralkohol 
  • Makanan tinggi lemak dan minyak seperti goreng-gorengan 
  • Kafein yang ada dalam teh, kopi, dan soda 
Untuk mengatasinya tentu saja harus menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam pada lambung dan mencoba mengkonsumsi makanan sehat dan pola makan teratur.

MAAG

Maag: Penyakit ini terjadi karena peradangan di lambung yang membuat rasa nyeri sewaktu-waktu. Penyakit luka lambung tidak dapat diobati secara permanen. Hal tersebut disebabkan adanya luka serta peradangan yang membuat kondisi dinding lambung telah mengalami perubahan reaksi saat makanan masuk dan sakit maag muncul karena produksi asam lambung berlebih.

Biasanya bersumber di ulu hati disertai perut kembung, perih, dan bahkan mual.

Cara mencegah maag hampir sama dengan asam lambung:
  • Mengatur pola makan 
  • Jangan sering terlambat makan 
  • Jangan selalu makan makanan yang terlalu pedas 
Sekian sedikit informasi yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat yaa..
INGAT!! Jagalah selalu kesehatanmu karena sehat itu mahal harganya..
Sumber : Umam, Moh Adibul. Ajaibnya Khasiat Daun dan Buah Tin Penyembuh Segala Penyakit. Semarang: Syalmahat Publishing, 2014.
Read More
// // 1 comment

Mengenal Istilah pada Google Adsense : RPM, CPC, dan CTR

apa itu rpm, cpc, dan ctr

Menghasilkan uang hanya dengan posting artikel merupakan suatu dambaan oleh para blogger. Salah satu caranya yaitu dengan mengaktifkan iklan pada blog kita. Google Adsense adalah pilihan dari beberapa publisher iklan yang ada. 
Para blogger yang masih awam terhadap google adsense pasti akan kebingungan setelah mendengar istilah RPM, CPC, CTR dan sebagainya.

Apa itu RPM?

RPM adalah Penghasilan laman per seribu tayang. Konsep ini layaknya seperti iklan di TV, Cetakan, atau Radio yang dihitung berdasarkan jumlah penonton, pembaca, atau pendengar. Jadi RPM adalah penghasilan yang kita didapatkan jika iklan tampil sebanyak 1000 tayangan.
Rumus: (source: Google Adsense)
RPM = (Penghasilan tertaksir/Jumlah tampilan laman) * 1.000

Catatan:
  • Impressions (impresi) adalah tayangan iklan yang terlihat oleh pengunjung saat berada pada halaman situs.
  • Penghasilan Tertaksir adalah perkiraan sementara waktu pada blog anda.
  • RPM tidak akan bekerja jika pengguna sengaja me-refresh halaman berulang kali

Apa itu CPC?

CPC adalah Cost-Per-Click atau Biaya-Per-Klik (BPK), yang dapat diartikan sebagai iklan yang akan dibayarkan kepada anda jika pengunjung meng-klik iklan yang ada pada halaman blog anda. Konsep ini merupakan kebalikan dari konsep RPM. Sebanyak apapun laman tayang jika tidak ada satupun iklan yang di-klik maka kita tidak akan mendapatkan bayaran dari pengiklan. 
Kita harus berhati-hati dengan konsep ini, jangan sampai terbuai oleh nafsu yang sengaja meng-klik iklan sendiri untuk mendapatkan penghasilan. Cara yang kotor tersebut akan ditinjau oleh pihak google dan akan ditindak-lanjuti sampai tahap pemblokiran akun (Banned).

Apa itu CTR?

CTR adalah Click-Through-Ratio yang diartikan sebagai seberapa sering pengunjung melihat iklan kita yang pada akhirnya meng-klik iklan. CTR yang baik tergantung pada apa yang diiklankan dan pada jaringan mana. 
Rumus:
Jumlah klik yang diterima iklan dibagi dengan frekuensi iklan yang ditayangkan.
CTR = Klik / Tayangan
Contoh: jika kita memiliki 10 klik iklan pada 1000 tayangan maka, CTR = 10/1000 = 0.01 atau sebesar 1%.

Dengan mengetahui istilah-istilah tersebut diharapkan para blogger yang awam mengerti bagaimana mengubah hobi menulis artikelnya menjadi sebuah lahan untuk menghasilkan uang.
Read More
// // Leave a Comment

Fungsi Menu dan Ikon Pada Microsoft Excel 2016 Beserta Gambarnya

fungsi menu dan icon excel 2016
Pada halaman sebelumnya kita sudah membahas tentang, Pengenalan Dasar Microsoft Excel 2016. Di halaman ini kita akan membahas tentang apa saja Fungsi Menu dan Ikon pada Tabmenu Home di Microsoft Excel 2016.
Pada menu Home terdapat 7 submenu group yang didalamnya terdapat beberapa icon yang memiliki fungsinya masing-masing. Shortcut untuk bisa menuju ke menu Home secara cepat adalah Alt+H. Baik langsung kita bahas saja yaa, Mari Belajar Bersama!!
Gambar 1. Tampilan Tabmenu HOME

1. Group Clipboard

Sama seperti yang ada pada Microsoft Word, di Group Clipboard digunakan untuk menempelkan, memindahkan, dan menyalin objek atau teks.

Gambar 2. Tampilan Group Clipboard
Beberapa Icon dan fungsi di Group Clipboard:
(a). Paste (Ctrl+V) : Untuk menempelkan objek atau teks.
(b). Cut (Ctrl+X) : Untuk memotong atau memindahkan data atau objek yang ditandai ke sel lain dengan bantuan perintah Paste setelah melakukan Cut.
(c). Copy (Ctrl+C) : Untuk menyalin data atau objek yang ditandai ke sel lain dengan bantuan perintah Paste setelah melakukan Copy.
(d). Format Pointer : Untuk menyalin format yang akan diterapkan ke dalam data lain.

2. Group Font

Berfungsi untuk mengatur huruf atau tulisan yang ada pada sel.
Gambar 3. Tampilan Group Font
Beberapa Icon dan fungsi di Group Font:
(a) Font : Untuk mengatur jenis huruf yang diinginkan.
(b) Font Size : Untuk mengatur ukuran huruf.
(c) Increase Font Size : Untuk memperbesar ukuran huruf.
(d) Decrease Font Size : Untuk memperkecil ukuran huruf.
(e) Bold (Ctrl + B) : Cetak tebal.
(f) Italic (Ctrl + I) : Cetak miring.
(g) Underline (Ctrl + U) : Cetak garis bawah.
(h) Bottom Border : Untuk membuat garis tetapi pada sel yang aktif dan untuk mendesain tabel.
(i) File Color : Untuk mewarnai background sel yang dipilih.
(j) Font Color : Untuk mewarnai teks pada sel yang dipilih.

3. Group Alignment

Berfungsi untuk mengatur format paragraf yang ada pada sel.
Gambar 4. Tampilan Group Alignment
Beberapa Icon dan fungsi di Group Alignment:
a. Top Align : Untuk membuat teks menepi ke bagian atas sel.
b. Middle Align : Untuk membuat teks menepi ke bagian tengah sel.
c. Bottom Align : Untuk membuat teks menepi ke bagian bawah sel.
d. Orientation : Untuk mengatur arah dan posisi data dalam sel.
e. Wrap Text : Untuk menampilkan semua isi sel dalam beberapa baris.
f. Align Text Left : Untuk menjadikan teks rata kiri.
g. Center : Untuk menjadikan teks rata tengah.
h. Align Text Right : Untuk menjadikan teks rata kanan.
i. Decrease Indent (Ctrl+Alt+Shift+Tab) : Untuk menarik batas kiri teks ke sebelah kiri.
j. Increase Indent (Ctrl+Alt +Tab) : Untuk menarik batas kiri teks ke sebelah kanan.
k. Merge & Center : Untuk menyatukan dua sel atau lebih.

4. Group Number

Berfungsi untuk mengatur data pada sel yang bertipe angka.
Gambar 5. Tampilan Group Number
Beberapa Icon dan fungsi di Group Number:
a. Number Format : Untuk mengatur format tertentu pada data jenis numeric yang terdapat dalam sel.
b. Accounting Number Format : Untuk mengatur format harga sesuai dengan spesifikasi mata uang.
c. Percent Style (Ctrl+Shift+%) : Untuk menampilkan format persen, nilai persentase akan muncul secara otomatis pada sel yang telah di format.
d. Comma Style : Untuk menampilkan angka desimal sebagai angka bulat.
e. Increase Decimal : Untuk menampilkan angka di belakang koma (Pembulatan).
f. Decrease Decimal : Untuk mengurangi angka di belakang koma (Pembulatan).

5. Group Styles

Berfungsi untuk mengatur tampilan atau model pada tabel atau sel.
Gambar 6. Tampilan Group Styles
Beberapa Icon dan fungsi di Group Styles:
a. Conditional Formatting : Untuk melakukan format terkondisi.
b. Format as Table : Untuk membuat format tabel cepat.
c. Cell Style : Untuk membuat format sel secara cepat.

6. Group Cells

Berfungsi untuk mengatur sel pada lembar kerja Microsoft Excel.
Gambar 7. Tampilan Group Cells
Beberapa Icon dan fungsi di Group Cells:
a. Insert : Untuk menyisipkan sel, baris, atau kolom pada worksheet.
b. Delete : Untuk menghapus baris sel maupun kolom yang aktif.
c. Format : Untuk melakukan format sel.

7. Group Editing

Berfungsi untuk menjumlahkan data sel yang di pilih secara otomatis mencari dan mengganti data teks atau angka.
Gambar 8. Tampilan Group Editing
Beberapa Icon dan fungsi di Group Editing:
a. AutoSum (Alt+=) : Untuk menjumlah isi sel yang dipilih.
b. Fill : Untuk membuat deret data dalam suatu range, menyalin isi data suatu sel atau range.
c. Clear : Untuk menghapus semuanya dari sel, nilai hingga format.
d. Sort & Filter : Untuk mengurutkan data dari yang terkecil hingga terbesar, begitupun sebaliknya.
e. Find & Select : Untuk mencari dan mengganti data secara otomatis.
Demikian sedikit penjelasan tentang Fungsi Menu dan Ikon Pada Microsoft Excel 2016 Beserta Gambarnya (Home) dan terima kasih sudah mampir untuk membaca artikelnya, semoga bermanfaat yaa.. ^_^
Di artikel selanjutnya kita akan membahas tentang fungsi menu dan ikon pada tab menu Insert.
Read More
close