// // 16 comments

Bagaimana jika diterapkan di Indonesia?? | QR Code untuk Pengemis

BBC News

Dilansir dari BBC News, seseorang sedang memperagakan cara Donasi kepada pengangguran di pinggiran jalan. Pemberi hanya menscan QR Code yang di pegang oleh pengangguran tersebut, menggunakan suatu aplikasi khusus yang ada di smartphone pemberi. Pemberi berhak memilih berapa jumlah uang yang akan di Donasikan. Pemberi uang pun dapat melihat profil orang yang di SCAN tersebut yang sebelumnya sudah didaftarkan di instansi yang bersangkutan. 

Contoh apps
Memberikan uang kepada pengemis dijalanan sebenarnya sudah melakukan suatu kesalahan baik pemberi maupun pengemis. Hal ini sudah diatur dalam Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 504 dan pasal 505, pada buku ke-3 tentang tindak pidana pelanggaran.


Pasal 504 KUHP
(1)   Barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan pidana kurungan paling lama enam minggu.
(2)   Pengemisan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.
Pasal 505 KUHP
(1)   Barang siapa bergelandangan tanpa pencarian, diancam karena melakukan pergelandangan dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.
(2)   Pergelandangan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun diancam dengan pidana kurungan paling lama enam bulan.
source: hukumonline.com

Akan tetapi bagaimana jika teknologi QR Code yang sudah kita kenal sejak lama ini dan biasanya digunakan untuk suatu barang di Supermarket atau Minimarket, juga diterapkan kepada pengemis atau pengamen di jalanan khususnya di Indonesia??. 

Jadi,, Bagaimana menurut kalian, apakah inovasi ini bagus untuk diterapkan atau tidak di Indonesia, apakah akan mengurangi tingkat pengangguran atau mengurangi jumlah para pengemis dijalanan? Silahkan tinggalkan pendapat kalian di kolom komentar. Terima kasih. :)

Reaksimu?

Share dong kak!

Penulis

16 comments:

  1. Kayanya masih terlalu rumit buat diadaiin di indonesia,tapi bukan berarti gabagus. Bagus ini ngurangin pengemis yg cuma pura pura padahal mampu,karna kan semua data di input. Jd seharusnya kita donasi sama org yg bener2 gada penghasilan,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener sekali, mungkin kalo di buat sistem yang terdistribusi akan menjadi sistem yang bermanfaat. Apalagi datanya bersifat transparan

      Delete
  2. Brrti klo kita mau mendonasikan uang kita harus nyari dulu pengemis yg berbarcode ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga juga sih, hhi. kan ga setiap kali kita bertemu pengemis. jadi donasikan aja kalo memang ada niat waktu ketemu pengemis di jalan. :P

      Delete
  3. ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฐ

    ReplyDelete
  4. Mending teknologi QR CODE nya digunakan untuk hal lain yg lebih bermanfaat. Dan itu bukan solusi untuk mengurangi pengangguran n pengemis bray

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi boleh dong di apresiasi inovasinya. karena memang masa depan nanti semua jadi serba otomatis. pembayaran pada saat belanja aja sekarang lagi gencar2 nya pembayaran menggunakan e-money yang tinggal di tap. apalagi jika ingin memberikan uang ke pengemis, saat tak punya uang recehan mungkin bisa juga menggunakan e-money. wah pengemisnya futuristik yah, heheh

      Delete
  5. Inovasinya bagus, tapi kyknya bukan solusi yg tepat buat ngurangin pengangguran atau pengemis ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ

    ReplyDelete
  6. Tdk cocok diterapkan di Indonesia.

    ReplyDelete
  7. Sistem masa depan yg kurang bagus nih bro,pengemis seharusnya diberi ketrampilan/pekerjaan yg lebih baik bukannya meminta2 dan difasilitasi dengan teknologi

    ReplyDelete
  8. Aplikasi itu kalau diberlakukan di Indonesia akan banyak orang miskin baru.

    ReplyDelete
  9. cukup menarik .. tetapi akan lebih bagusnya jika tidak diterapkan untuk pengemis,,karna dampaknya akan banyak org yg ingin menjadi pengemis... mungkin bisa lebih ke hal lain, seperti org yg sedang terkena bencana alam, atau musibah,, hhe...

    ReplyDelete
  10. Belum tepat indonesia melakukan seperti itu, seperti yang kita ketahui bahwasannya Indonesia adalah negara berkembang, mungkin masih ada yg adanya gagap dengan teknologi apa lagi di letakkan ke para pengemis ? mungkin mereka berfikir , apa itu QR Code?

    ReplyDelete
  11. Inovasi yg luar biasa masbro,
    tapi sepertinya belum cocok untuk diaplikasikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Inovasi yg bagus tp penerapannya tidak mudah... Misal, mendata pengemis yg jumlahnya sudah wo sekali di Indonesia, belum lagi datanya apakah sesuai kenyataan atau tidak... Untk mendata saja sdh diperlukan tenaga, waktu,dan biaya yg sangat besar,yg biaya tsb bisa dialokasikan untuk yg lain misal penyediaan lapak dagang dan modal usaha yg lebih tepat sasaran. Kendala lainnya adalah, pengenalan/sosialisasi teknologi ini juga perlu biaya yg besar... Kalau menurut sy, krg tepat untuk mengurangi pengemis dan pengangguran... Masalah memberi kepada orang yg tepat sasaran, masih banyak wadah yg bisa diakses oleh inovasi ini misal bagaimana membuat aplikasi yg lebih mudah dan tepat bagi BAZNAS untuk mendata kaum dhuafa dan menyalurkan infak zakat shodaqoh yg tepat dan cepat

    ReplyDelete
  13. Aku bingung mau komen apa �� Sekilas baca si sepertinya agak susah karena orang yang memberi juga kadang ga mau ribet, setauku orang yang memberi kadang dia punya uang lebihan yaa diberikan. Nah kalo sistemnya pake barcode gitu kayanya agak berlebihan juga si, yang terpenting kan uang yang kita kasih itu bermanfaat aja sih tanpa membikin ribet antara orang yang mengasih sama orang yang menerimanya ��

    ReplyDelete

close