// // Leave a Comment

Penyalahgunaan Teknologi

Seorang penguntit memonitor pergerakan serta percakapan korban menggunakan bug (serangga) dan perangkat pelacak sebagaimana aplikasi ponsel spyware yang ditanamkan secara rahasia yang mana korban tergiur untuk mendownload dan menggunakannya. Perangkat ini membuat para penguntit mampu melacak korban, mendengarkan pembicaraan korban di telepon, atau juga mampu mengakses kamera korban dari jauh untuk mengamati korban.
Spyware pada komputer atau laptop dapat memungkinkan penguntit untuk melacak penekanan tombol pada keyboard korban atau yang disebut keylogger. Spyware ini akan berbahaya sekali jika para pelaku kejahatan mengetahui data yang bersifat rahasia, misalnya nomor kartu debit/kredit beserta dengan kata sandinya. Apalagi data korban tersebut digunakan untuk mengancam/meneror korban lainnya untuk mendapatkan keuntungan.
Alat pelacak biasanya dijual dengan harga yang murah di toko online, misalnya alat pelacak yang ditanamkan pada Kabel USB Charging dijual dengan harga Rp. 500.000 s.d. Rp. 600.000 di Amazon.com.
Contoh alat tracking yang ditanamkan pada kabel USB
Perangkat pelacak sebenarnya diciptakan dengan tujuan yang baik, misalnya orangtua yang menggunakannya untuk memonitor tingkah laku anaknya atau untuk mencari perangkat yang hilang atapun dicuri. Akan tetapi perangkat pelacak ini banyak dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk mengamati korbannya.

Intinya, meng-install spyware atau memasang perangkat pelacak tanpa sepengetahuan seseorang tersebut adalah termasuk dalam tindakan kriminal. Kita tidak tahu apakah ada sesuatu yang ditempelkan atau terinsall saat kita membeli sebuah perangkat teknologi. Para korban hendaknya harus terus bersikap waspada dan teliti terhadap teknologi apapun yang akan dibeli, dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika terdapat suatu perangkat pelacak yang tertempel pada perangkat kita, sehingga dapat dilakukan pelacakan kembali untuk mengetahui siapa dalang dari tindak kejahatan tersebut.

Reaksimu?

Share dong kak!

Penulis

0 komentar:

Post a Comment

close