// // Leave a Comment

Perkembangan dan Progress Kamera sampai saat ini

Abstract—Kamera merupakan alat untuk memotret obyek. Digunakan manusia untuk mengabadikan gambarnya pada momen-momen tertentu. Sejarah perkembangan kamera sangat cepat seiring perkembangan zaman. Kamera selain mengabadikan gambar juga dapat digunakan untuk merekam video. Kamera SLR merupakan perkembangan kamera awal dari kamera modern. Kamera tersebut menggunakan kaca sebagai pantulan cahaya. Konsep ini juga diterapkan pada kamera pada sekarang ini. Fitur-fitur yang ditambahakan berupa WiFi, NFC, ISO, Aperture dan lain-lain.

Keywords—kamera; SLR; NFC; ISO; Aperture

Pendahuluan

Kegiatan yang berkaitan dengan fotografi diyakini sudah ada sejak dahulu kala. Mengabadikan momen adalah suatu hal yang sangat penting dibutuhkan manusia untuk menyampaikan pesan saat ini atau untuk masa yang akan datang.

Kamera adalah alat yang mampu menangkap dan mengabadikan gambar/image. Perkembangan kamera berawal dari sebuah alat yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Kamera tersebut ditemukan oleh seorang ilmuan yang bernama Alhazen. Kamera tersebut dinamakan kamera Obscura yang berasal dari nama latin “ruang gelap”.

Kamera digital mulai ditemukan oleh seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson. Kamera yang hanya mampu mengasilkan foto hitam putih denhan resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240). Dengan media penyimpanan sebuah kaset tape. Sedangkan untuk melihat hasilnya, kamera ini harus disambungkan dahulu dengan sebuah televisi.

Dari penemuan-penemuan itu, perkembangan kamera membuat kemajuan dibidang fotografi. Kamera yang dulu banyak memakan tempat penyimpanan data dan hanya menghasilkan gambar hitam dan putih saja, sekarang kamera digital dapat menghasilkan gambar yang baik dan beresolusi tinggi.

Sejarah dan Perkembangan

Kamera dari masa ke masa semakin canggih. Kamera yang awalnya hanya memanfaatkan panas dari cahaya lalu kertas film akan bereaksi dalam proses kimia nya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah gambar yang harus dicuci di kertas foto yang beruangan gelap. Berikut adalah perkembangan kamera sampai sekarang ini.

Kamera Obscura

Kamera obscura adalah kamera pertama kali di dunia yang dalam bahasa latin berarti ruang gelap. Kamera ini berbentuk kotak dengan ruang gelap atau kedap cahaya di dalamnya. Kamera ini di temukan oleh ilmuan muslim yang bernama Alhazen pada 965-1039 M. Sejarah tersebut dicatat dalam buku yang berjudul Book of Optics (1015-1021). Disebutkan pula sistem kerja cahaya kamera ini telah ada sejak 40-390 SM, yang ditemukan oleh filsuf Tiongkok, Mozi.
Gambar 1. Kamera Obscura
Kamera obscura mengalami perkembangan pada tahun 1660-an. Ditemukan oleh ilmuan Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hook. Kamera portable ini merupakan modifikasi dari kamera obscura sehingga ukuran kamera ini menjadi lebih ringkas.
Gambar 2. Kamera Portable Obscura


Kamera Daguerreotype

Kamera ini ditemukan oleh Jacques Daguerre bekerja sama dengan rekannya Joseph Nicephore Niepce berkebangsaan Prancis pada tahun 1837. Beliau menemukan konsep fotografi yang praktis dengan menambahkan pelat tembaga dan perak dengan uap yodium sehingga kamera ini lebih sensitif terhadap cahaya. Gambar terbentuk melalui uap merkuri dan larutan klorida.
Gambar 3. Kamera Daguerreotype

Kodak

Diperkenalkan pertama kali oleh George Eastman pada tahun 1888 yang berkebangsaan Amerika. Kamera ini adalah kamera yang sangat populer pada zamannya. Kamera ini memiliki bentuk yang ringkas dibandingkan kamera-kamera sebelumnya. Kodak telah menggunakan film negatif sehingga prosess pengambilan gambar sangat cepat serta dapat diperbanyak. Kamera kodak hanya terdiri dari satu buah lensa fokus dan satu shutter speed.

Gambar 4. Kamera Kodak 1910

Kamera Polaroid

Kamera ini merupakan salah satu sejarah kamera yang dapat mengambil gambar berwarna. Ditemukan oleh Dr. Edwin Land pada tahun 1947. Polaroid adalah kamera yang dapat menghasilkan foto dengan singkat dan tidak membutuhkan rol film. Oleh karena itu, kamera ini merupakan kamera yang paling digemari sampai sekarang ini.

Gambar 5. Kamera Polaroid

Kamera SLR (Single-Lens Reflect)

Kamera ini adalah awal dari kamera modern. Kamera SLR adalah tipe kamera yang menggunakan prinsip kaca sebagai pemantul cahaya. Kamera ini dikembangkan oleh Exakta pada tahun 1936. Kemudian prinsip pentaprisma diletakkan pada bagian atas kamera SLR, mulai dikembangkan pada tahun 1949 oleh perusahaan Contax di Jerman Timur. Sistem ini menjadi acuan bagi perkembangan kamera saat ini.

Gambar 6. Kamera Canon SLR

Landasan Teori

Cara Kerja Kamera Sederhana
Gambar 7. Cara Kerja Kamera Sederhana

  1. Cahaya datang memantulkan dari benda lalu masuk ke badan kamera
  2. Cahaya yang masuk lalu mengenai lensa optic yang akan memfokuskan cahaya yang diterima berupa bayangan terbalik ke sebuah film.
  3. Proses kimia terjadi saat film terkena cahaya dan membentuk sebuah pola gambar.
  4. Hasil penangkapan pada film kemudian dicetak pada kertas foto. Karena film rentan pada cahaya maka proses pencetakan dilakukan diruangan yang gelap.

Cara Kerja Kamera Digital


  1. Kamera digital adalah piranti yang secara elektronik menangkap gambar dan menyimpannya dalam memori digital.
  2. Cahaya gambar objek datang mengenai lensa kamera. Tugas lensa adalah meletakkan bayangan gambar ke arah sensor CCD.
  3. CCD (Charge Coupled Device) adalah alat yang berfungsi menangkap gambar seukuran microSD yang bersifat analog lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik. CCD mempunyai banyak titik sensor yang sangat sensitif pada cahaya. Semakin banyak titik sensor maka akan semakin halus hasilnya. 
  4. Pemrosesan gambar diubah dari sinyal listrik menjadi sinyal digital dengan konverter ADC (Analog/Digital Converter)
  5. Proses gambar akan dilakukan oleh chip prosesor yang sudah ditambahkan software. Software tersebut akan menentukan hasil akhir gambar yang dihasilkan.
  6. Data terakhir disimpan pada memory card.

DSLR


Digital Single Lens Reflex (DSLR) adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah rongga yang kita gunakan untuk melihat objek. Contoh kamera DSLR adalah: Canon EOS 5D Mark IV, Nikon D5200, Canon EOS 700D, Nikon D750, dan lain-lain.

Gambar 8. Cara Kerja Kamera DSLR
Pantulan cahaya dari objek foto masuk melewati lensa (1) menuju cermin pantul (2) yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprisma (7). Perubahan cahaya vertikal ke horisontal terjadi di Pentaprisma dengan mengarahkan cahaya menuju dua cermin terpisah (5,6) lalu masuk ke viewfinder (8).

Pada saat proses pemotretan, cermin pantul (3) berayun keatas sehingga cahaya terus maju dengan lurus. Shutter (3) terbuka sehingga cahaya tersebut masuk ke sensor digital (4). Shutter akan terus terbuka sesuai shutter speed pada kamera yang telah ditentukan. Cahaya pantul (2) akan kembali keposisi semula dan cahaya kembali muncul di viewfinder.

Sensor digital (4) mengolah gambar yang diproses oleh processor. Processor akan mengambil informasi yang terekam di sensor dan mengubahnya menjadi format yang sesuai. Gambar akan tersimpan ke dalam memory card.

Mirrorless

Kamera mirrorless pada umumnya hampir sama seperti kamera DSLR. Akan tetapi kamera mirrorless tidak menggunakan pemantul cahayanya. Tanpa adanya kaca pemantul pada kamera mirrorless, ukuran kamera mirrorless dapat dibuat lebih ramping dibandingkan kamera DSLR umumnya dan tetap mempertahankan kualitas tangkapan gambar serta lensa yang bisa diganti-ganti.

Kamera Mirrorless juga tidak dilengkapi jendala bidik (viewfinder). Proses pemotretan gambar dilakukan pada layar LCD atau bisa disebut electronic viewfinder (EVF). Kelebihannya adalah pengguna dapat langsung melihat perubahan exposure saat menyesuaikan fitur aperture, ISO, ataupun white balance serta bisa ditambahkan aneka informasi seperti grafik atau histogram untuk memandu saat men-setting exposure pada kamera. Kekurangan dari EVF adalah lebih boros daya karena kamera harus tetap mengaktifkan sensor dan layar jendela bidik sehingga pengguna dapat melihat gambar. Contoh dari kamera mirrorless adalah: Nikon 1 J5, Fujifilm X-E2, Canon EOS M10, Sony A6500, Sony Alpha A6300, dan lain-lain.

Gambar 9. Perbandingan DSLR dan Mirrorless

Pembahasan

Kamera digital pada masa sekarang telah mengalami perkembangan yang pesat. Telah banyak fitur-fitur yang ditambahkan pada kamera tergantung produsen pembuat. Berikut fitur-fitur pada kamera digital sekarang ini.

WiFi

Kamera digital yang dilengkapi dengan fitur WiFi dapat menghubungkan kamera dengan device lainnya. Fitur ini mempermudah pengguna dalam mempercepat transfer foto tanpa mengganggu proses pemotretan hanya untuk memindahkan data. Umumnya gelombang WiFi dapat berjarak antara 10 sampai 30 meter. Semakin jauh jangkauan WiFi maka akan semakin besar konsumsi power yang dibutuhkan sebagai tenaga. Contoh kamera digital saat ini yang menggunakan fitur ini adalah: Canon IXUS 285 HS,

Nikon Coolpix L840, Fujifilm FinePix XP80, Canon PowerShot SX420, dan lain-lain.

NFC

Selain kamera yang berfitur WiFi, untuk menghubungkan kamera ke smartphone membutuhkan fitur NFC (Near Field Communication). Fitur ini bisa digunakan jika ponsel yang ingin dihubungkan juga memiliki fitur NFC. NFC telah diprogram sehingga pengguna dapar mengendalikan fungsi pada ponsel mereka secara otomatis dengan satu kali tap. Fungsi lainnya pada fitur ini yaitu memungkinkan pembidikan objek pada jarak tertentu. Contoh kamera yang menggunakan fitur ini adalah Canon PowerShot G7X Mark II, Sony Cybershot DSC-RX10, Sony Alpha A5000 Kit 16-50mm, Samsung Galaxy Camera 2 GC200, dan lain-lain.

ISO

ISO merupakan salah satu pengaturan yang dimiliki oleh fitur kamera. ISO digunakan untuk mengukur tingkat sensitifitas sensor terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO yang digunakan, maka sensor akan semakin sensitif sehingga akan mampu menangkap gambar yang lebih cerah sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama pada exposure atau sorotan cahaya ke kamera saat memotret. Saat ini kamera standar dilengkapi dengan ISO dari 100 sampai dengan 3200. Bahkan ada kamera yang memiliki ISO sebesar 6400.

Gambar 10. Contoh Pengaruh ISO pada Kamera

Aperture

Aperture adalah ukuran lebar lensa terbuka ketika sedang mengambil gambar. Saat tombol shutter di tekan, lubang didepan sensor kamera kita akan terbuka. Aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka maka akan semakin banyak jumlah cahaya yang akan masuk dan terbaca oleh sensor.

Gambar 11. Aperture pada Shutter Kamera
Aperture dinyatakan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar bukaan terbuka dan akan semakin banyak cahaya yang masuk. Sebaliknya, semakin besar angka f-stop maka semakin kecil bukaan terbuka.

Kesimpulan

Perbandingan kamera dahulu dengan sekarang adalah adanya penambahan fitur fitur kamera serta piranti yang digunakan seperti prosesor, ISO dan lain-lain. Piranti tersebut yang menyebabkan perbedaan kamera dari kamera satu dengan kamera lainnya. Konsep kerja kamera pada dasarnya sama yaitu menggunakan prinsip cahaya.
Berikut contoh kamera yang sedang berkembang pada masa kini beserta fitur yang digunakan.

Canon EOS 5D Mark IV

Kamera ini menghasilkan foto yang berkualitas tinggi karena memiliki sensor full-frame CMOS beresolusi 30.4 megapiksel dengan tingkat sensitivitas hingga ISO 32000. Kamera ini juga dilengkapi dengan teknologi Dual Pixel CMOS AF yang memungkinkan untuk mengambil obyek gambar yang bergerak dengan cepat dan lebih akurat.

Processor pada kamera ini adalah Image DIGIC 6+. Processor ini memungkinkan semua fitur dapat dijalankan lebih cepat sehingga dapat memotret secara beruntun hingga 7 frame perdetik. Dan juga di lengkapi Intelegent Tracking dan Recognition System (iTR AF) untuk melacak pergerakan obyek. Kamera ini juga dapat merekam video hingga resolusi 4K (4096 x 2160).

Gambar 12. Canon EOS 5D Mark IV

Sony Alpha A6000

Kamera ini adalah kamera mirrorless yang memiliki keunggulan pada sistem autofokus nya yang cepat. Kemampuan burst kamera ini sangat handal bisa mencapai 11 foto perdetik dalam sekali potret, melebihi mayoritas kamera DSLR handal sekaligus.

Kualitas gambar yang dihasilkan sampai dengan ISO 6400 sangat bagus serta dapat merekam video dengan resolusi 1080p. Dan juga dilengkapi dengan fitur WiFi dan NFC serta lensa dapat diganti-ganti.

Gambar 13. Sony Alpha A6000

Daftar Pustaka

http://www.pricebook.co.id/article/market_issue/2016/11/23/5359/kamera-dengan-fitur-nfc-dan-Wifi-di-Pasar-Indonesia-Harga-Rp-2-14-jutaan (diakses tanggal 3 September 2017)

https://tech.idntimes.com/gadget/indra/7-kamera-murah-yang-sudah-dibekali-wifi-harganya-cuma-rp-3-jutaan/full (diakses tanggal 3 September 2017)

http://www.kamera-digital.com/info/menembus-batas-kamera-digital-menggunakan-wifi-dan-dlna.html (diakses tanggal 3 September 2017)

http://belfot.com/cara-kerja-kamera-dslr-pengertian/ (diakses tanggal 3 September 2017)

http://tekno.kompas.com/read/2016/09/13/10470087/apa.itu.kamera.mirrorless.bedanya.dengan.dslr. (diakses tanggal 3 September 2017)

http://www.foldertekno.com/kamera-dslr-terbaik/ (diakses tanggal 4 September 2017)

http://belfot.com/memahami-aperture-depth-of-field/ (diakses tanggal 4 September 2017)

http://kamera.review/sejarah-kamera/ (diakses tanggal 4 September 2017)

http://www.foldertekno.com/sejarah-kamera/ (diakses tanggal 4 September 2017)

https://techijau.com/iso-kamera-adalah/ (diakses tanggal 4 September 2017)

http://www.foldertekno.com/kamera-dslr-terbaik/ (diakses tanggal 4 September 2017)

http://belfot.com/4-kamera-mirrorless-terbaik-saat-ini/ (diakses tanggal 4 September 2017)

Reaksimu?

Share dong kak!

Penulis

0 komentar:

Post a Comment

close